Jenis-jenis Perubahan Sosial

Gerakan Video for Change berkontribusi terhadap beberapa jenis perubahan sosial.

Peningkatan Kapasitas

  • Perubahan Kapasitas — meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan akses ke informasi bagi masyarakat.
  • Perubahan Akses — menyatukan suara dan kontribusi masyarakat, menciptakan arah bagi komunitas untuk berpartisipasi pada perubahannya sendiri.
  • Perubahan Institusi — mengembangkan institusi untuk mendukung dan menopang gerakan, reformasi, perubahan kebijakan, perubahan sikap, dan komunitas.

Mempengaruhi Individu dan Komunitas

  • Perubahan Persepsi — mendukung perubahan perilaku individu dan kelompok, kepercayaan, persepsi, atau cara suatu kelompok atau isu tertentu direpresentasikan di ranah publik.
  • Perubahan Perilaku — mempengaruhi perubahan perilaku individu atau kelompok.
  • Perubahan Budaya — perubahan praktik sosial, nilai, penerimaan istilah-istilah negatif, dan cara berekspresi yang menonjol di masyarakat.

Membangun Gerakan

  • Perubahan Relasi — menciptakan hubungan positif dengan membangun atau mempertahankan jaringan atau komunitas
  • Perubahan Posisi — menggeser kekuatan untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan, membuka akses ke wacana dan sumber daya pada komunitas yang kurang didengar dan tertinggal
  • Perubahan Wacana — mendukung interaksi dan dialog baru dengan menciptakan ruang untuk komunikasi, menumbuhkan wacana dan suara-suara baru, serta suara yang kurang didengar, dan mempertimbangkan pandangan dan perspektif kaum minoritas

Mengubah Struktur

  • Perubahan Kebijakan — menghapus atau mengubah kebijakan pemerintah, kelembagaan, atau kebijakan perusahaan yang ada atau menciptakan yang baru
  • Perubahan Hukum — menghapus atau mengubah undang-undang yang ada atau membuat yang baru
  • Perubahan Norma — mengubah praktik pemerintah, perusahaan, atau institusi
  • Perubahan Ekonomi — menggeser cara pasar atau ekonomi (lokal atau lebih luas) berfungsi

Di video ini Wahyu Utami menjelaskan bagaimana film dokumenter pendeknya, The Unseen Words, mampu mempengaruhi individu dan komunitas, khususnya perubahan persepsi terhadap orang-orang disabilitas netra.

Cerita dampak berikutnya, dari sebuah inisiatif Video for Change bernama Papuan Voices, menawarkan contoh-contoh nyata dari jenis perubahan sosial yang dapat dikontribusikan oleh video.
Cerita Dampak: Surat Cinta kepada Tentara

Judul: Surat Cinta kepada Tentara
Tahun: 2011
Lokasi: Papua, Indonesia
Dibuat oleh: Wenda Tokomonowir, Papuan Voices, Justice, Peace, and Integrity of Creation, dan EngageMedia
Masalah: Dampak personal dari kehadiran militer nasional di wilayah konflik
Sasaran/tujuan video: Seruan seorang perempuan Papua pada seorang tentara Indonesia.
Dampak yang dicapai: Meningkatnya pemahaman dan dukungan dari komunitas untuk seorang perempuan Papua, lebih dari 50 pemutaran di dalam dan di luar negeri, mendapatkan penghargaan yang sebagian dari hasilnya untuk perempuan Papua di dalam video.
Metodologi: Video untuk Advokasi
Anggaran: Di bawah US$ 1.000
Durasi video: 7 menit
Durasi proyek: 2 tahun

Surat Cinta kepada Tentara menceritakan kisah Maria ‘Eti’ Goreti. Dia adalah seorang siswa sekolah pada tahun 2008 ketika dirayu oleh Samsul Bacharudin, seorang tentara Indonesia dari Jawa yang ditempatkan di desanya, Bupul, dekat perbatasan Papua Barat dan Papua Nugini.

Samsul meninggalkan Bupul ketika Eti hamil lima bulan dan berjanji untuk kembali, tetapi Eti tidak pernah mendengar kabar darinya lagi, bahkan setelah kelahiran putri mereka, Yani. Masyarakat menolak Eti karena memiliki hubungan dengan tentara Indonesia, yang sering dianggap sebagai penjajah.

Dampak

Sutradara film, Wenda Tokomonowir, berkolaborasi dengan Eti untuk menceritakan kisahnya. Melalui pendekatan ini, film ini dapat mencapai dampak berikut:

  • Mempengaruhi Individu dan Komunitas — Eti menyatakan bahwa bekerja secara kolaboratif dengan menceritakan kisahnya melalui video membantunya lebih dipahami di komunitas lokalnya. Ini memungkinkan pemahaman dan empati komunitas.
  • Membangun Kapasitas
    • Film ini memenangkan film dokumenter terbaik di South to South Film Festival (2012). Eti mendapat setengah uang hadiah untuk menghidupi keluarganya.
    • Eti menggunakan uang tersebut di koperasi bisnis, dimana dia menjadi anggotanya.
    • Pembuat film belajar keterampilan baru, pergi ke pemutaran dan festival film, dan memenangkan penghargaan yang disebutkan di atas. Keberhasilan ini meningkatkan kepercayaan diri dan perannya sebagai aktivis dan pembuat film serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas.
  • Membangun gerakan — Video telah diputar lebih dari 50 pemutaran, nasional maupun internasional. Sekolah, universitas, dan organisasi advokasi menggunakannya sebagai bahan diskusi, pendidikan, dan mobilisasi.
  • Mengubah Struktur
    • Organisasi perempuan menggunakan video ini untuk berbicara tentang masalah yang berkaitan dengan hak-hak perempuan di Indonesia dan Papua Barat. Organisasi hak asasi manusia Papua juga menggunakan video ini untuk membahas masalah dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat. Dalam satu kasus, laporan itu disampaikan kepada komite Peninjauan Berkala Universal PBB untuk menilai situasi hak asasi manusia di Papua Barat.
    • Koperasi Eti menggunakan uang hadiah tersebut untuk memulai bisnis ramuan obat tradisional berskala kecil.
Nilai dan Metode