Akuntabilitas dan Transparansi

Dalam pendekatan Video for Change, akuntabilitas dan transparansi adalah dua hal mendasar yang harus dipenuhi para praktisi pada komunitas yang diceritakan lewat inisiatif mereka. Jika tidak, daripada mengurangi, upaya yang Anda lakukan justru akan menambah ketimpangan kuasa dan ketidaksetaraan yang ada. Ini akan menyebabkan konflik.

Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah penentu dari kemampuan inisiatif Anda untuk berkontribusi pada perubahan positif dalam kehidupan dan komunitas peserta.

Untuk mencapai perubahan sosial yang positif, Anda haruslah memahami bagaimana video Anda dapat memengaruhi isu-isu hak asasi manusia dan orang-orang yang terlibat pada inisiatif Anda. Ini akan membantu Anda dalam mempertimbangkan akibat, keputusan, serta dampak dari inisiatif Anda dengan lebih baik.

Ada banyak pendekatan untuk akuntabilitas. Masing-masing memiliki aspek politik, nilai, dan prioritasnya sendiri.

Tipe Akuntabilitas

Akuntabilitas horizontal Melibatkan dan melayani orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung terdampak oleh isu yang sedang dibahas dalam inisiatif Video for Change
Akuntabilitas      ke dalam Bertanggung jawab kepada diri sendiri serta tim Anda. Ini berarti menjunjung tinggi komitmen pribadi untuk setia pada prinsip-prinsip etis dan pemenuhan janji-janji
Akuntabilitas          ke luar Mengomunikasikan akuntabilitas kepada orang lain, termasuk kolega di lapangan, personel media, atau orang lain di komunitas terkait dengan inisiatif Anda, tetapi yang tidak terdampak langsung
Akuntabilitas          ke atas Membuat laporan ke donor yang mungkin telah menyediakan sumber daya untuk video Anda. Laporan ini mencerminkan nilai-nilai dan prioritas seorang donor, dan terkadang dapat ditemukan lewat jawaban-jawaban pertanyaan monitoring dan evaluasi yang biasanya telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian pendanaan.

Untuk mengatasi masalah akuntabilitas, Video for Change haruslah:

  • Mempertimbangkan kepemilikan, termasuk kepemilikan bersama atau atribusi yang tepat atas keputusan alur cerita, pengeditan dan distribusi (sebagai contoh, Creative Commons memperbolehkan sekelompok besar orang untuk memanfaatkan dan menggunakan konten)
  • Menghadapi konsekuensi tak terduga dari hasil pembuatan film atau penyebaran video Anda, seperti perhatian pers yang tak terduga, perubahan dana, interpretasi fakta yang tidak diantisipasi, dll.
  • Mengelola risiko melalui rencana yang jelas dan terdokumentasi untuk mengidentifikasi dan menangani risiko, termasuk risiko spesifik yang terkait dengan aspek-aspek kerentanan (seperti gender, ras, orientasi seksual, dll.)
  • Menyediakan daftar sumber daya dan rujukan dalam bentuk tulis dan verbal (dalam bahasa lokal) untuk layanan dan dukungan lokal (termasuk layanan dan dukungan medis, hukum, perlindungan, dan keamanan)
  • Mendokumentasikan dan mempublikasikan langkah-langkah yang Anda lakukan terkait akuntabilitas ini.

Transparansi

Akuntabilitas tidak mungkin dicapai tanpa transparansi, dan sebaliknya. Transparansi adalah masalah etika yang penting bagi komunitas yang terdampak. Transparansi memungkinkan Anda membangun hubungan yang langgeng dengan mereka. Karena itu, penting untuk bersikap jelas dan terbuka tentang rencana dan tujuan Anda kepada para pemangku kepentingan.

Seringkali anggota masyarakat rentan terhadap eksploitasi media – dan mungkin pernah mengalaminya. Bersikap transparan akan membangun rasa percaya serta kepemilikan bersama, dan akan membantu mereka mengambil andil dalam inisiatif Anda.

Di tingkat praktis, transparansi juga merupakan strategi kunci dalam mengelola harapan mitra Anda. Jika mereka mengetahui waktu dan sumber daya yang Anda miliki untuk inisiatif Anda, maka mereka tahu apa yang dapat diharapkan dari Anda.

Ingat bahwa berbagi informasi yang salah atau tidak terverifikasi tidak memenuhi tujuan etika ini. Jika informasi yang dibagikan tidak akurat, pengambilan keputusan akan salah. Maka pastikan Anda berbagi informasi dengan cara yang dapat dimengerti dan dapat ditindaklanjuti oleh komunitas yang terlibat dalam inisiatif Anda.

Transparansi haruslah dilakukan sebagai sebuah proses terus menerus, bukan kegiatan satu kali lalu selesai. Agar transparansi punya arti, berbagai perkembangan dari inisiatif Anda haruslah dibagikan dengan semua orang yang terlibat.

Misalnya, Anda mungkin mendapat pendanaan tambahan atau banyak pihak mulai tertarik berpartisipasi dalam inisiatif Anda. Mungkin pula ada perkembangan baru pada isu yang Anda angkat, yang dapat mempengaruhi pekerjaan Anda.

Sadari juga risiko dan manfaat dari bersikap transparan dalam praktik kerja Anda (seperti dipaparkan pada bagan di bawah). Manajemen Risiko kadang-kadang nampak bertentangan dengan transparansi, tetapi ada situasi dimana bersikap terbuka tentang apa yang kita lakukan dapat memastikan kita tetap aman.

Pertanyaan Transparansi dan Pertimbangan

Bidang-bidang Transparansi
Pertanyaan untuk Dipikirkan
Pertimbangan
Tujuan, sasaran, maksud, dan audiens yang dituju untuk video Anda Siapa pemegang keputusan akhir?

Seberapa banyak yang akan Anda bagikan dengan para pemangku kepentingan Anda?

Dengan siapa Anda akan berbagi tujuan dari inisiatif Video for Change Anda — dan mengapa?

Bagaimana inisiatif Anda akan didukung dengan berbagi informasi ini? Bagaimana komunitas tersebut akan diperkuat dengan pengetahuan tentang tujuan Anda?

Tinjaulah para pemangku kepentingan Anda dan tentukan dengan siapa Anda akan berbagi informasi ini.

Tim Anda, orang-orang yang akan Anda filmkan dan wawancarai, orang-orang yang Anda harapkan membantu produksi video Anda harus secara aktif diinformasikan mengenai sasaran, tujuan, dan maksud Anda.

Sumber daya Anda: waktu, sumber daya manusia, sumber daya keuangan Bagaimana pengetahuan tentang anggaran akan mempengaruhi komunitas dan orang-orang yang terlibat dalam inisiatif Anda? Apakah itu akan mendorong mereka untuk berpartisipasi? Apakah itu akan menghalangi partisipasi mereka?

Seberapa fleksibel anggaran Anda untuk mengakomodasi masukan dari komunitas, tim Anda, atau siapa pun yang terlibat dalam inisiatif Anda?

Meskipun secara teori akan baik bagi semua orang untuk mengetahui anggaran, pada praktiknya ini dapat menyebabkan konflik jika tidak dikelola dengan benar. Beberapa inisiatif memang melakukan transparansi sampai level ini, tetapi ini jarang terjadi.
Keputusan dan proses pengambilan keputusan: bagaimana keputusan dibuat dalam inisiatif Anda? Apa saja tingkatan dan ruang untuk pengambilan keputusan? Siapa yang akan diundang ke pertemuan dimana keputusan tentang inisiatif Anda dibuat?

Bagaimana Anda akan berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan Anda?

Berapa banyak ruang untuk masukan dan umpan balik dari orang lain yang akan Anda terima?

Siapakah para pembuat keputusan utama dan apa ruang lingkup kekuasaan mereka?

Penting untuk mempertimbangkan seberapa transparan proses pengambilan keputusan yang Anda inginkan.

Bersikaplah jelas tentang dimana orang dapat berpartisipasi dan cakupan kewenangan mereka. Konflik sering muncul ketika janji besar dibuat, tetapi tidak ada tindak lanjut.

Perkembangan baru yang mempengaruhi inisiatif Anda Seberapa sering Anda akan memperbarui perkembangan baru pada pemangku kepentingan?

Jika Anda menerima informasi yang berdampak negatif terhadap inisiatif Anda, bagaimana dan kapan Anda akan membagikan informasi tersebut kepada pemangku kepentingan Anda?

Apa dan bagaimana proses mekanisme yang memungkinkan komunitas maupun orang-orang yang terlibat untuk memberitahu Anda tentang perkembangan terbaru yang dapat mempengaruhi inisiatif Anda?

Akankah Anda berbagi perkembangan baru-misalnya cuplikan materi video (rough cut) atau proposal pendanaan- untuk mendapatkan masukan?

Akan selalu ada isu, tantangan maupun peluang baru pada saat Anda menjalankan inisiatif Anda.

Berbagi perkembangan negatif dapat membuat para pemangku kepentingan merasa asing dengan inisiatif Anda atau membuat mereka meragukan inisiatif Anda. Berbagi terlalu banyak, atau terlalu sering, juga dapat membebani waktu peserta. Di sisi lain, hal itu dapat membawa pemikiran baru tentang bagaimana mengatasi persoalan dan memperdalam rasa kebersamaan Anda dalam komunitas.

Manajemen Risiko