Analisis Kekuasaan

Pendekatan Video for Change mendukung perubahan sosial yang positif. Untuk itu penting bagi Anda untuk memahami bagaimana kekuasaan mempengaruhi isu yang ingin diangkat dan orang-orang yang bekerja sama dengan Anda, karena mereka akan terpengaruhi oleh perubahan yang Anda cari.

Kekuasaan menentukan siapa yang mendapatkan akses ke sumber daya, alat atau informasi, kapan, dimana, dan bagaimana. Kekuasaan juga memberikan kemampuan untuk memutuskan siapa yang mendapatkan apa, kapan, dimana, dan bagaimana.

Anda mungkin menemukan ketimpangan relasi kuasa antara orang, kelompok, komunitas, dan organisasi yang menimbulkan friksi atau konflik saat Anda bekerja bersama masyarakat.

Jika ketimpangan relasi kuasa tersebut tidak dianalisa dan dipertimbangkan dengan baik, Anda mungkin akan menghadapi lebih banyak friksi bahkan konflik. Penting bagi pembuat video dan orang yang terlibat untuk bersama menilai bagaimana kekuasaan dapat dikelola, dimanfaatkan, atau ditantang.

Ada beberapa cara untuk mengekspresikan kekuasaan — tergantung konteks, suatu kekuatan dapat bersifat positif atau negatif.

Jenis Kekuasaan

Jenis kekuasaan
Bagaimana hal itu terwujudkan?
Bagaimana Video for Change mengatasi hal tersebut?
Kekuasaan untuk — kemampuan suatu individu atau kelompok untuk bertindak Tiap individu memiliki kekuatan untuk mengubah suatu situasi. Bersikap aktif, mendengarkan, dan mengikutsertakan beragam suara/sudut pandang. Mendukung partisipasi  komunitas atau kelompok terdampak dan/atau mereka yang memang paham situasi.
Kekuasaan dengan — kemampuan untuk bertindak bersama Bersatu dengan yang lain, membangun pemahaman bersama, merencanakan, dan melakukan aksi bersama. Membangun dan memperkuat aliansi serta hubungan. Mendukung pembentukan gerakan.
Kekuasaan di dalam — percaya bahwa suatu individu atau kelompok memiliki kemampuan untuk bertindak Rasa percaya diri, martabat, dan harga diri yang muncul ketika kita memiliki kesadaran akan situasi kita dan memahami kapasitas kita untuk menganalisa serta merubahnya. Mendukung relasi dengan partisipan serta komunitas tertentu dengan hormat dan penuh makna.
Kekuasaan atas — kontrol akan akses dan tindakan orang lain Dominasi atau kontrol satu orang, kelompok, atau institusi terhadap yang lain. Menantang struktur kekuatan yang tidak adil serta memperkuat suara-suara dan perspektif yang termarjinalkan dan tersingkirkan.
Di video ini, soal kehidupan dan perjuangan kaum LGBTIQ di Indonesia, Anda dapat melihat berbagai jenis kekuasaan.

Kekuatan dan Konteks Budaya

Mencari kekuasaan
Ketika berkuasa
Nafsu menguasai
Jadilah penguasa
Nafsu kekuasaan
Membuat ingin menjadi paling berkuasa
Jadinya, bukan memimpin tapi menguasai
Jadilah penguasa
Pada awalnya berkuasa
Ketika memiliki kekuasaan
Timbul keinginan menguasai
Akhirnya menjadi penguasa
Sungguh tak kuasa menolak kekuasaan tatkala berkuasa,
sehingga nafsu menguasai, maka jadilah penguasa
Seakan lebih berkuasa dari Yang Maha Kuasa

[Katedrarajawen di Kompasiana]

Untuk mendorong perubahan dalam proses demokrasi, akuntabilitas, akses ke sumber daya, ketidaksetaraan, dan berbagai bentuk diskriminasi, penting untuk memahami tingkat diskriminasi yang dialami oleh anggota masyarakat terdampak.

Pertimbangkan juga tingkat akses yang mempengaruhi anggota masyarakat terdampak untuk mengekspresikan suara dan kebijakan mereka. Ada tingkat keanekaragaman budaya, etnis, atau sosial ekonomi yang berbeda di antara mereka. Pikirkan bagaimana ketimpangan muncul dari faktor-faktor yang menghambat kemajuan ini.

Bagaimana menganalisa kekuasaan

Pertimbangkanlah hal-hal berikut ini:

  • Siapa saja yang terdampak oleh masalah yang sedang Anda coba atasi, baik langsung dan tidak langsung (Ini dapat membantu Anda memutuskan siapa saja yang perlu dilibatkan dalam inisiatif Anda.)
  • Apa dimensi kekuasaan yang berlaku (pribadi, swasta, kelompok tertentu, atau publik)?
  • Bagaimana dimensi kekuasaan dapat dilihat (terlihat, tersembunyi atau tidak terlihat)?
  • Apa sifat ketimpangan kekuatan, jika ada?
  • Apa ruang di mana kekuasaan yang berbeda diberlakukan? (Mengidentifikasi letak-letak kekuasaan ini dapat memberikan peluang untuk perubahan sosial.)
  • Siapa orang, organisasi, atau institusi yang paling punya kekuatan untuk mengubah situasi?
  • Siapa saja teman dan rekan yang mungkin bisa diajak berkolaborasi? (termasuk orang yang sudah pernah bekerja dengan isu yang sama atau orang yang belum terlibat.)

Mempertimbangkan poin-poin di atas akan memungkinkan Anda untuk mengembangkan teori perubahan yang strategis untuk inisiatif Video for Change Anda.

Partisipasi dan Inklusi