Penjangkauan, Distribusi, dan Keterlibatan

Sebagus apa pun videonya, jika tidak ada yang melihat, maka dampak sosialnya akan terbatas.

Itulah sebabnya persiapan untuk penjangkauan, distribusi, dan keterlibatan sudah harus dimulai sejak tahap Riset dan Perencanaan. Setelah video Anda diproduksi dan disunting, langkah berikutnya adalah menerapkan strategi agar inisiatif Anda dapat ditonton dan dialami oleh banyak orang. Termasuk bagaimana agar penonton merasa terhubung dengan narasi dan persoalan yang disajikan di dalamnya.

Penjangkauan, distribusi, dan keterlibatan adalah seluruh tahapan untuk menciptakan koneksi tersebut. Ketiganya adalah peluang untuk menginspirasi aksi kolektif menuju perubahan sosial. Karena itu, tahap-tahap ini sangat penting dalam rangkaian kegiatan inisiatif Video for Change dalam menciptakan dampak sosial.

Fledgling Fund, sebuah lembaga terkemuka di Amerika yang percaya bahwa video dapat mengedukasi dan memobilisasi orang-orang tentang berbagai isu sosial, memikir soal penjangkauan, distribusi, dan keterlibatan sebagai berikut:

  • Penjangkauan — Gunakan komunikasi strategis untuk menyampaikan ke calon audiens tentang video Anda. Terlibatlah dalam kegiatan pemasaran untuk menarik orang datang ke tempat atau platform pemutaran untuk menonton dan mengalami sendiri konten Anda.
  • Distribusi — Rilis video Anda kepada publik dengan membuatnya dalam format yang bisa ditonton di berbagai tempat dan platform.
  • Keterlibatan — Menggugah kesadaran dan kepedulian berbagai pihak, menggerakkan audiens dari penonton video yang pasif menjadi inisiator tindak lanjut atas persoalan yang dipaparkan, termasuk untuk mengusulkan solusi.

Keberhasilan pada setiap tahap ini bergantung pada hubungan yang kuat. Pertama, penting untuk melibatkan komunitas terdampak dan komunitas yang diwakili oleh film Anda. Lihat Nilai dan Metode.

Ketika komunitas merasakan hubungan yang positif dan bermanfaat, anggota komunitas akan mengambil inisiatif untuk video Anda dan menciptakan peluang yang alami untuk penjangkauan, distribusi, serta keterlibatan.

Tahap-tahap ini juga bergantung pada pemahaman yang kuat tentang audiens dan mitra Andaserta kemampuan Anda untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada mereka.

Dalam hal waktu, berbagai kegiatan dari tiga tahap ini seringkali berurutan — dari penjangkauan ke distribusi hingga keterlibatan — tetapi juga saling tumpang tindih dan bekerja bersama secara ‘iteratif’ (bolak-balik) untuk menciptakan koneksi ke video Anda serta menginspirasi aksi yang diharapkan.

Mari kita pertimbangkan setiap tahap secara terpisah, yaitu dengan meninjau kembali metode dan nilai dasar dari Video for Change:

  • Pernyataan Dampak — Bagaimana kita dapat meningkatkan peluang untuk terjadinya dampak sosial yang positif dan berkesinambungan?
  • Analisis Kekuasaan — Bagaimana dinamika kekuasaan dalam proses ini dan bagaimana kita dapat mengatasi atau menyeimbangkannya?
  • Partisipasi dan Inklusi — Dimana dan bagaimana kita dapat membangun partisipasi ke dalam proses tersebut, dengan cara yang memberdayakan dan efektif?
  • Akuntabilitas dan Transparansi — Bagaimana kita dapat bertanggung jawab serta menghormati komunitas melalui prinsip akuntabilitas dan transparansi?
  • Manajemen Risiko — Apa konsekuensi kegiatan kita bagi mereka yang terlibat, dan bagaimana kita dapat mengelola risiko?

Studi kasus ‘A Daughter’s Memory’ memilih strategi distribusi lewat sekolah melalui para guru untuk menjangkau anak muda di Indonesia. Berdasarkan pertimbangan lima nilai dan metode di atas, apakah menurut Anda strategi distribusi yang digunakan oleh tim ‘A Daughter’s Memory’ sudah tepat?

Cerita Dampak: A Daughter's Memory
Judul: A Daughter’s Memory
Tahun: 2018
Lokasi: Yogyakarta, Indonesia
Dibuat oleh: Kartika Pratiwi (Kotakhitam Forum, berkolaborasi dengan Studio Batu, Aftertake Post Studio dan Sama Soma)
Isu/Tema: Sejarah dan ingatan
Tujuan video: Menghadirkan sejarah alternatif tentang Tragedi Kemanusiaan 1965 dan memberikan ruang untuk penyintas mengartikulasikan ingatan.
Dampak yang diraih: 37 pemutaran publik dan 29 pemutaran personal. Pemutaran personal dilakukan berdasarkan permintaan melalui website film. Dampak yang terjadi adalah terbukanya cara pandang baru tentang wacana Tragedi Kemanusiaan 1965 secara lebih kritis.
Metodologi yang dipakai: Dokumenter animasi berbasis sejarah lisan
Anggaran: Rp50.000.000,00
Durasi Video: 10 menit
Durasi seluruh proyek: 2 tahun

A Daughter’s Memory adalah video dokumenter animasi pendek yang menggunakan metode sejarah lisan, menceritakan kisah seorang anak perempuan penyintas Tragedi Kemanusiaan 1965. Video ini dimotori oleh Kotakhitam Forum (2008-2019), komunitas independen yang fokus pada pengarsipan dan produksi dokumentasi tentang sejarah politik di Indonesia.

Kotakhitam Forum telah memproduksi 4 video dokumenter tentang topik yang sama, mengarsipkan puluhan digital sejarah lisan dan gambar yang bertujuan untuk membantu mengembangkan metode baru pembelajaran sejarah dengan menggunakan audio visual.

Latar belakang video

A Daughter’s Memory bercerita tentang Svetlana Dayani, salah satu dari sekian banyak penyintas Tragedi Kemanusiaan 1965. Video ini menceritakan bagaimana menjadi seorang anak perempuan dari pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1960-an yang mengalami dampak dari peristiwa tersebut, dari mulai dibawa ke penjara beserta seluruh anggota keluarganya sampai perjuangannya melawan stigma dan trauma.

Svetlana saat itu berusia 9 tahun. Bersama dengan ibu dan adik-adiknya, dia ditangkap di rumahnya dan dibawa ke penjara di Jakarta. Pada saat itulah, dia menyaksikan sendiri, bagaimana korban-korban lainnya diperlakukan dan semua kejadian yang dia lihat masih terekam jelas di ingatannya.

Svetlana, setelah dibebaskan dari penjara, berjuang melawan stigma sebagai anak seorang PKI. Dia juga melawan ketakutannya dan menggunakan nama aslinya kembali setelah sekian lama.

“Masa sih orang suruh hidup takut terus, sudah setengah abad”, tuturnya.

Peristiwa yang dialami Svetlana adalah salah satu dari sekian banyak kisah anak perempuan yang kehilangan bapaknya, salah satu dari kisah kerinduan anak terhadap orang-tuanya, bukan hanya Tragedi Kemanusiaan 1965. Keberanian Svetlana untuk bercerita dan merawat ingatan tentang apa yang dia alami pada saat itu adalah caranya melawan trauma. Dia berkontribusi dengan memberikan ruang dan cerita yang berbeda versi.

Dalam konteks Tragedi Kemanusiaan 65, rezim Orde Baru berusaha menekan peristiwa tersebut dengan menghadirkan cerita satu versi, yaitu semua yang dituturkan di masyarakat, media, sekolah adalah versi pemerintah. Pengalaman personal dari saksi hidup seperti yang dituturkan Svetlana seakan dibungkam. Disinilah titik penting dari esensi A Daughter’s Memory, berusaha agar cerita itu akan terus ada dan peristiwa yang sama tidak terulang.

Sejarah lisan yang digunakan sebagai metode penuturan di A Daughter’s Memory bukan hanya sebagai pelengkap dokumentasi-dokumentasi sejarah tertulis dan visual yang sudah ada. Sejarah lisan menampilkan bukti-bukti baru yang terekam dalam ingatan secara personal beserta sejumlah asumsi dan pengalaman yang sebelumnya tidak diketahui publik. Sejarah lisan menjadi titik tolak supaya penulisan dan penelitian sejarah menjadi lebih demokratis.

Dampak yang dihasilkan

Salah satu target penonton yang paling utama A Daughter’s Memory adalah praktisi pendidikan sejarah dan anak-anak muda. Praktisi pendidikan sejarah mempunyai potensi untuk melihat video ini sebagai dokumentasi praktik sejarah lisan dengan versi alternatif yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas.

Bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah (MGMP), A Daughter’s Memory akan dipakai menjadi salah satu bahan mengajar tentang isu Tragedi Kemanusiaan 1965. Video animasi dokumenter ini “menantang” praktisi pendidikan sejarah agar diskusi pembelajaran lebih terbuka akan interpretasi dari sisi yang lain.

Praktik pendidikan sejarah dengan menyajikan bahan-bahan yang mungkin dianggap kontroversi ini mengajak peserta didik berpikir kritis dalam melihat versi sejarah Tragedi Kemanusiaan 1965. Hal ini juga berdampak cukup penting bagi Kotakhitam Forum, apakah metode ini adalah metode yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut?

Untuk menjangkau penonton yang lebih luas, A Daughter’s Memory sudah ditonton oleh masyarakat umum, sebagian besar dari mereka adalah anak muda dan penyintas di berbagai kesempatan dan diikuti diskusi.

Totalnya ada 37 pemutaran publik di Indonesia dan luar Indonesia, seperti di Belanda, Jerman, dan Australia. Dua puluh sembilan pemutaran individu sudah dilakukan melalui permintaan akses menonton di website.

Animo penonton dari A Daughter’s Memory menjangkau lebih luas lagi setelah memenangkan penghargaan dari ReelOz! Australia Indonesia Film Festival sebagai Film Terbaik dan Animasi Terbaik, yang ditayangkan di 26 kota dimulai dari Oktober 2019 – Desember 2019.

Sebagai tambahan, 2 media nasional yaitu, The Jakarta Post dan Republika telah meliput video ini, yang memberikan tambahan penjelasan lebih dalam mengenai tujuan dan konsep video ini.

“Bagi saya, sangat penting untuk benar-benar berdiskusi tentang bagaimana langkah kedepannya ketika berhadapan dengan wacana peristiwa masa lalu di Indonesia. Untuk mendekonstruksi versi sejarah yang monolitik dan menyediakan bentuk memorialisasi yang menarik untuk menciptakan dialog sejarah secara demokratis,” seperti yang dituturkan dalam wawancara di salah satu media tersebut.

Website tentang video ini akan terus dijadikan tolok ukur distribusi dan pencatatan jangkauan pemutaran dan respons penonton. Nantinya akan dipakai sebagai eksperimen pengukuran dampak dokumenter animasi berbasis sejarah lisan, berkolaborasi dengan EngageMedia.

A Daughter’s Memory diharapkan dapat menjangkau penonton lebih banyak dan menciptakan ruang diskusi yang memberikan harapan bagi publik untuk lebih kritis dalam memahami sejarah Indonesia terutama tentang Tragedi Kemanusiaan 1965.


Dampak